1. Rumah Kebetulan

    Ini bukan pertama kalinya seorang pengembara kehidupan datang ke rumahku
    Dengan beban, haus, lelah, dan nestapanya ia singgah
    Maka kuberikan tempat untuk meletakkan beban itu, kuberikan air untuk haus itu, kubiarkan istirahat untuk lelah itu, dan kubiarkan sirna nestapa itu
    Siapa mereka, biarkan saja

    Aku hanya membiarkan pengembara-pengembara itu, dan memberikan yang aku mampu
    Mereka di jalan kehidupan, yang selesainya ntah kapan
    Mereka datang ketika kelelahan, dan pergi ketika sudah pulih kembali Biasanya begitu

    Pengambara yg datang tak lantas diam dengan tenang
    Bagian lain menunggunya pulang
    Yang lainnya sinis memandang
    Kadang aku dilimpahi berang
    Ketika nyaman tergalang
    Namun adalah remang dan gamang

    Rumah ini bukanlah rumah yang aku upayakan, aku hanya mendiaminya dengan semua adanya
    Aku tidak mengupayakan lega untuk meletakkan beban-beban
    Aku tidak mengupayakan sumur untuk melimpahkan air
    Aku tidak mengupayakan pendingin dan kasur berbalut beludru
    Aku tidak mengupayakan alunan irama sehingga senang
    Aku tidak menujukan rumah ini sebagai tempat singgah

    Hanya kebetulan
    Kebetulan rumahku berada di jalan gersang tak berujung itu
    Kebetulan ada tempat di dalam rumahku bagi beban2 itu
    Kebetulan terdapat mata air untuk haus itu
    Kebetulan teduh bagi lelah itu
    Kebetulan ada telinga di sisi-sisi wajahku sehingga aku mendengarkan cerita dan nestapa
    Kebetulan ada lampu temaram yg bantu membaca
    Kebetulan rumahku dari kayu yang hangat ketika malam dan angin manyelinap jendela-jendela ketika siang

    Para pengembara datang dan pergi
    Rumahku tetap begini

     

  2. Ke sekian kalinya

    Tiap kali kau dinaungi rasa yang sumbang

    Aku pun disini terombang-ambing gelombang

    Selalu mencoba mengambang tenang

    Namun kadang aku tenggelam

    Genggaman mu yang selalu mampu menarikku kembali ke permukaan

    Genggaman itu tidak kau lepaskan

    Walau kau pun kesulitan bertahan, berenang untuk sampai ke pijakan, 

    Daratan yang entah kapan

    Berulang kali, lagi dan lagi aku akan tenggelam

    Jangan lepaskan genggaman, jangan

    Jangan dilemahkan sumbang

    Bawa aku hingga ke pijakan

     

  3. Disana mampu merasa, disana terdapat rasa, diantara kebas yang dimana-mana =”)

     

  4. Oct 6, 14 | 03:00am

    Datang dan pergi buat rasa ku matikan.
    Sungguh aku menyadari bahwa datang karena ku perlukan dan pergi untuk digantikan.
    Mematikan rasa akan buatku ringan dengan kedatangan dan kepergian.

    Aku tidak menahan, juga tidak membelenggu.
    Aku biarkan semua dengan adanya, begitu.
    Jika aku sebagian mu, pasti akan jadi satu.
    Yang aku percaya, yang tak abu kelabu, jiwa kita bertemu.

    Berkata ia pada ku, “Aku telah melihat mu, bahkan sebelum bertemu. Mati rasamu, namun tidak hatimu. Memancar dan mencinta, kuatnya hati itu”.

     

  5. Do love my mom, ya

    Nyamuk-nyamuk, mau kah kalian untuk tidak menyentuh ibu ku? Biarkan ia terlelap nyenyak tanpa gatal dan menggaruk

    Rumah dan isimu, mau kah kau menyamankan dan menjaganya?

    Udara, mau kah kau menyejukannya ketika panas dan menghangatkan ketika dingin?

    Air, mau kah kau mensucikan dan membersihkannya dari kotoran dan dosa?

    Malam, mau kah kau melindunginya dari kejahatan-kejahatan oleh manusia maupun mereka yang gaib?

    Bulan dan bintang-bintang, mau kah kalian indahkan tidur malamnya dan temani tahajudnya?

    Pagi, mau kah kau menyegarkan, menyehatkan, dan menyemangatinya?

    Atas izin dan sayang-Nya

     

  6. Aku perlu kotor untuk tidak merasa paling bersih
    Aku perlu terik untuk dapat menunduk
    Aku perlu hingar bingar untuk lantang bersuara
    Aku perlu bangkrut untuk mengerti rezeki
    Aku perlu tiada untuk menghamba
    Aku perlu dimiliki-Nya untuk dan atas segalanya

     

  7. "I have learned silence from the talkative, tolerance from the intolerant and kindness from the unkind"
    — Kahlil Gibran
     

  8. "The very center of your heart is where life begins, the most beautiful place on earth."
    — Rumi
     

  9. I’ll break your heart
    To keep you far from where
    All dangers start
    And atmosphere
    Gets crazy light
    Where every breath just bites
    Into the soft
    Space of calm about you

    They call me a thief
    They call me a thief
    Call me a thief
    Call me a thief
    Common thief
    Common thief
    Common thief
    Call me
    Call me

    I know that you’re not here, that you’re not here
    Sort of lost without you
    I hope that you’ll find all there is that you want
    Is inside you now

    I’ll break your heart
    To keep you far from where
    All danger starts
    I’m on my way
    I’m on my way down

    I know that you’re not, that you’re not here
    Sort of lost without you
    I hope that you find all there is that you want
    Is inside you now
    Now…

    I know that
    You’re not here
    I wonder where you are

    In the dark we are waiting for you
    With your dying need for their attention
    Hold on tight now, we won’t let you fall

    We are waiting for you
    With your dying need for their attention
    Hold on tight now, we won’t let you fall…

     

  10.  

  11. Jiwa-jiwa Sendiri

    Jiwa-jiwa sendiri disana dan disini. Lakon-lakon yang diisi jiwa-jiwa sendiri pentas setiap hari. Ditonton jiwa-jiwa sendiri yang memenuhi ruang jiwa yang sendiri. Jiwa-jiwa sendiri menikmati sendiri. Jiwa-jiwa sendiri tidak ingin sendiri.

     

  12. Seperti ruang dan udara

    Sesuatu yang engga keliatan emang sulit dimengerti orang. Ga semua lelah terlihat basah berkeringat, ga semua jaga dibalik perisai baja, ga semua hangat dalam pelukan, ga semua dukungan teriak menggema, ga semua ingat dalam pertemuan, ga semua syukur dalam ucapan, ga semua warna terlihat beda. Seperti ruang dan udara.

     

  13. Just Like Heaven

    Show me how you do that trick 
    The one that makes me scream, I said 
    The one that makes me laugh, I said 
    And threw his arms around my neck 
    Show me how you do it 
    And you promise me, you promise that 
    You will run after me 
    You will run after me 

    Spinning on that dizzy edge 
    I kissed his face and kissed his head 
    And dreamed of all the different ways I had 
    To make him glow 
    Why are you so far away? he said 
    Why won’t you ever know that I’m in love with you 
    That I’m in love with you 

    You, soft and only 
    You, lost and lonely 
    You, strange as angel 
    Dancing in the deepest oceans 
    Twisting in the water 
    You’re just like a dream 
    You’re just like a dream 

    Daylight licked me into shape 
    I must have been asleep for days 
    And moving lips to breathe his name 
    I opened up my eyes 
    And found myself alone alone 
    Alone above a raging sea 
    That stole the only boy I loved 
    And drowned him deep inside of me 

    You, soft and only 
    You, lost and lonely 
    You, just like heaven 
     

  14. Happy Sun-day!

     

  15. Bau Bantal

    Hai bantal..
    Merebah kepalaku pada mu, manja aku memeluk mu, menemani tidurku
    Nyamanku pada mu

    Sekali-sekali erat pelukku pada mu, sambil mengisak berair mata, lama, namun kemudian melega
    Nyamanku pada mu

    Ketika gembira akan berita dan cerita, ketika tawa membahana, kau dalam pelukku juga
    Mendampingi ke-takberanjak-kan ku pada lisan dan tulisan dalam waktu, waktu yang banyak itu
    Nyamanku pada mu

    Kemudian aku mengenal bau mu, bukan dari mu bukan dari aku
    Kepala yang merebah pada mu itu mengurai bau, bau mu
    Itu, begitu bau mu
    Membuat ku merindu

    Kini bau itu pada kepalaku, rambutku, padaku
    Gelap ruang dalam malam, hitungan menuju pejam, bau-mu bau-ku
    Nyaman itu