1.  


  2.  


  3.  


  4. 28 februari 2013

    Bayangin..
    Hijau lapang rerumputan, segitiga-segitiga kecil bendera bergantungan pada juntaian benang yang membentang antara pohon-pohon langsing yang jarang, gelap malam, taburan bintang bersama benderang bulan dibalik kelebat putih awan, kerlipan lampu-lampu kecil berwarna berderetan, alunan berterbangan membawa suasana perkumpulan pengantusiasnya yang duduk di hamparan. Tawa, canda, suara-suara yang tidak bergema, larut, menguap bersama buaian angin dalam indah malam.
    Aku suka, suasana :)

     


  5. Ketika seorang ga bisa berbagi dan dibagi?

    Semua orang di dunia ini ternyata sendiri. Beribu-ribu atau bermilyar-milyar orang di sekeliling, tetep aja kita, orang, itu adalah suatu kesendirian. Semua orang punya urusannya masing-masing, punya rasanya masing-masing, punya pikirannya masing-masing, punya emosinya masing-masing, punya geraknya masing-masing, punya dayanya masing-masing, punya caranya masing-masing, punya tujuannya masing-masing, punya jalannya masing-masing, punya waktunya masing-masing, punya rapuhnya masing-masing, punya kuatnya masing-masing, punya ragunya masing-masing.

    Tapi sedih sama seneng bisa dirasain ga masing-masing, manfaat dan mudarat, cerita, cinta juga, adalah karena saling berbagi, bersama.

    Ketika seorang ga bisa berbagi dan dibagi?

     


  6.  


  7. Remang

    Semuanya begitu remang ketika yang paling baik menjadi yang paling jahat, yang paling mengerti menjadi yang paling tidak peduli, yang paling dipikirkan menjadi yang paling tidak memikirkan, yang paling membuat senang menjadi yang paling membuat sedih, yang paling sering menjadi yang paling jarang, yang paling hangat menjadi yang paling membekukan.

     

  8. Photo by: Brendan Austin
    Photo by: Pete Turner
    Picture by: Hassal, John

    Like oasis in Sahara, you are a mirage


     


  9. I’m a Muslim, but.. Merry Christmas

    image

    Christmas, macem-macem banget cerita tentang sejarahnya. Yang aku tau, salah satu cerita asal mulanya adalah sinkretisme dari pesta perayaan akan Dewa Matahari oleh rakyat Konstantin dan Romawi. Dari cerita yang ini, satu yang aku soroti: PESTA. Menurut aku itu dia kenapa sampai saat ini christmas itu meriah banget. Yap, karena adalah PESTA. Kaya Lebaran, Christmas juga punya suasananya sendiri yang esensinya Damai dan Suka Cita.

    Banyak kontroversi buat muslim tentang Christmas. So far, people said kalo ngucapin selamat natal aja engga boleh, dosa. Tapi tanpa bermakhsud meremehkan atau mengurangi rasa hormatku ke Agama ku, juga sodara-sodara seiman lainnya, aku rasa apapun dan bagaimanapun itu harusnya Christmas bukan jadi pemicu buat perpecahan dan permusuhan juga pembekuan keakraban, yakan yakan? ;)

    image

    from: http://imgur.com/GEFZL

    Aku suka Christmas euphoria, warna-warnanya, lampu-lampunya, pernak-perniknya, suka citanya.. sampai ke folklore Santa Claus-nya.

    Saint Nicholas, bapak gendut berjenggot putih lebat yang pake coat merah, ngebagi-bagiin suka cita lewat kado-kado natal buat anak-anak yang engga nakal, naik kereta terbangnya yang rame koncreng-koncreng.

    imageimageimageimage

    25 Desember kali ini kaya dapet kado dari uncle Nicho: Toy, Story, Family, Happy. Umm.. it was a “sparkling day” inside his gift box. 

    image

    Sebagai manusia ciptaan Allah yang dikasih kemanusiawian, aku seneng bisa ngerasain suka cita yang kali ini on Christmas Moment.

    ALHAMDULILLAH :D

    • It is a narration
    • Dear brothers and sisters, we can see thing from another side ♥
    God bless everyone :)
     

  10.  


  11. I had a way then losing it all on my own

    I had a heart then but the queen has been overthrown

    And I’m not sleeping now, the dark is too hard to beat

    And I’m not keeping now, the strength I need to push me

                        Noises, I play within my head

                        Touch my own skin and hope that I’m still breathing

                        And I think back to when my brother and my sister slept

                        In an unlocked place the only time I feel safe

    You show the lights that stop me turn to stone

    You shine it when I’m alone

    And so I tell myself that I’ll be strong

    And dreaming when they’re gone

                        You show the lights that stop me turn to stone

                        You shine it when I’m alone

                        Home

     


  12. Sekarang aku tau kenapa Tuhan menciptakan tempe di dunia ini, supaya aku bahagia :”D
     


  13. Serpihan Pikiran

    Uang memang membuat senang. Senang memang butuh uang. Ketika uang mendapat batasan, tentunya merasa tertekan. Disini pikiran berperan. Cara memandang, inilah yang harus diterapkan. Mencari dan merasakan berbedanya kebahagiaan, kemudian menemukan kedamaian.

    Ketika diri dengan tidak kelengkapan, kebanyakan akan menyalahi dan menjadikan alasan. Bersyukur menjadi kekuatan, mengantar pada kedamaian.

    Perbedaan merupakan kesukaran. Sukar penerimaan, sukar pemakluman. Sesungguhnya tiap-tiap adalah berbeda, namun terkadang dipaksa sama, bahkan terpola kebencian dalam cacian. Rubah pikiran, warna yang harus dipandang. Maka kedamaian membentang.

    Kesalahan menimbulkan disalahkan, menyisakan korban. Lara dan kecewa yang dibawa kenangan. Bukan pembenaran, tapi perbaikan yang diperlukan. Tidak mudah untuk memaafkan, tidak mudah untuk melupakan. Hingga kapan? Tidakkah kedamaian lebih diidamkan?

    Kebaikan kadang membungakan iri dan ketidak terimaan. Terlebih berusaha menghancurkan. Sering dinamai persaingan, keinginan akan kelebihan supaya (merasa) menang. Jangan, jaga pikiran dengan mengangkat perasaan hingga tinggi dan rasakan kecukupan. Tiap-tiap diberikan kebaikan, kelebihan. Akan tertiupkan sejuk angin kedamaian.

     


  14. Angin

    Angin itu..

    Menghembuskan banyak cerita dan suara

    Dapat dirasa, tapi tidak terlihat bentuknya

    Membawa hawa

    Kadang membonceng debu dan air juga

    Memutar baling-baling, permainan sederhana hingga pembangkit daya disana

    Angin punya bekasnya

    Tapi tak terkejar walau ada jejaknya

    Angin membawa beda

    Di pantai, di gunung, di kota

    Angin menerbangkan layang-layang

    Juga angan

    Angin menyentuhku, tapi aku tidak bisa menyentuhnya

    Rasanya angin selalu ada, menggandeng suasana

    Angin diciptakan dengan begitu bijaksana

     


  15. Kamu itu kaya Oase di Padang Pasir, tapi engga tau Fatamorgana apa bukan

    Seorang pengembara terus melangkahkan kakinya menapaki padang pasir dibawah teriknya matahari. Inilah hamparan pasir luas, tanpa segala yg tersusun menjulang untuk menyudut ketika badai pasir tiba, bahkan sekedar untuk meneduhkan kepala. Kedepan memandang bukanlah pemandangan yang menggambarkan pijakan berbeda yang menimbulkan susunan perencanaan akannya, bukan. Semua penjuru pandang adalah punuk-punuk emas tumpukan butiran pasir, tidak ada marka jalan disana. 

    Tidak disangka kedipan sang pengembara tersebut menujukan matanya pada keindahan luar biasa akan padang pasir, yaitu Oase. Oase, dimana air membentuk koloninya dikitari dengan sedikit hijau sebagai tanda. Bagi penapak kaki di padang pasir, Oase akan menyegarkan dahaga, menyejukan lapisan kulit yang telah terbakar lama, dan dimana kaki dapat berenti melangkah menyandarkan diri yang lelah. Oase menyeimbangkan.

    Sang pengembara dibuat senang dengan apa yang terlukiskan. Namun ia tersadar kemudian, di padang luas itu pun ada yang dinamakan fatamorgana. Hal yang membuat senang juga, namun ilusi saja. Seketika terdiam ia, berkali-kali mengedipkan matanya, berusaha memastikan.

    Begitu indahnya, menarik pipi merekahkan senyuman

    Fatamorgana?